No Place Like Home
Mei 2, 2011
dewira
Aku sering merasa heran mengapa film yang laris di pasaran itu kebanyakan ceritanya cenderung dangkal, Spiderman dan Wolverine misalnya, dan mengapa film yang berkisah tentang kehidupan yang mengaduk-aduk emosi, setidaknya untukku, gaungnya lemah sekali seperti film The Pursuit of Happiness atau No Place Like Home yang baru kutonton semalam.
Tapi komentar yang sering kudengar begini, “Nonton itu kan buat cari hiburan, ngapain nonton yang berat-berat.” Masalahnya dalam hal ku cerita dangkal tak memberikan hiburan sama sekali malah sangat membosankan. Makanya saat nonton Spiderman mataku terkantuk-kantuk walaupun efeknya yang ditawarkan luar biasa.
Sedangkan cerita drama lebih memberikan dari sekedar hiburan. Kisah kehidupan memberikan wawasan lain yang sebelumnya luput dari perhatian, yang ujung-ujungnya menanamkan empati kepada orang-orang yang berada pada situasi sulit seperti yang diceritakan di film itu. Jadi beberpa hari setelah monontonpun kisah film itu selalu menyita fikiran dan perasaanku.
No Place Like Home yang dibintangi Jeff Daniels misalnya, setelah menonton dengan beberapa kali meneteskan air mata, tapi kisahnya sama sekali ga cengeng loh, aku jadi memikirkan nasib orang-orang yang tuna wisma, terlebih jika mereka memiliki anak. Bahkan untuk menyediakan tempat berlindung bagi keluarganya saja yang merupakan kebutuhan dasar manusia merupakan perjuangan berat yang harus dijalani setiap hari. Belum lagi ancaman keselamatan dari berbagai arah yang membahayakan kehormatan dan nyawa mereka.
Pelajaran lain, bahwa sangat penting bagi orang tua untuk mengendalikan emosi di depan anak-anaknya betapapun sulitnya keadaan. Karena teriakan frustasi dan kemarahan di depan anak-anak bisa meninggalkan bekas yang dalam di sanubari mereka.
Anehnya cerita seru yang sarat akan pembelajaran hidup tersebut hanya mendapat nilai 6,7 dan 10 di satu polling internet. I just don’t get it, Come on people? What going on with you?
Entry Filed under: no place like home,Warna-Warni
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed